Daerah pesisir merupakan salah satu dari lingkungan perairan yang mudah terpengaruh dengan adanya buangan limbah dari darat. Wilayah pesisir yang meliputi daratan dan perairan pesisir sangat penting artinya bagi bangsa dan ekonomi Indonesia. Wilayah ini bukan hanya merupakan sumber pangan yang diusahakan melalui kegiatan perikanan dan pertanian, tetapi merupakan pula lokasi bermacam sumberdaya alam, seperti mineral, gas dan minyak bumi serta pemandangan alam yang indah, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, perairan pesisir juga penting artinya sebagai alur pelayaran.
Pengertian Wilayah Pesisir
Pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut, dengan batas kearah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angina laut, pasang surut, perembesan air laut yang dicirikan oleh jenis vegetasi yang khas
Klasifikasi Wilayah Pesisir :
Klasifikasi wilayah pesisir menurut komunitas hayati yaitu
ekosistem litoral yang terdiri dari pantai pasir dangkal, pantai batu, pantai karang, pantai lumpur
hutan payau
vegetasi terna rawa payau
hutan rawa air tawar
hutan rawa gambut.
Perairan pesisir secara fungsional terdiri dari
perairan estuaria (estuaria regime),
perairan pantai (nearshore regime),
perairan samudera (oceanic regime)
Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Wilayah Pesisir
Penyedia Sumberdaya Alam, yaitu sebagai sumberdaya ikan, mangrove, terumbu karang . coral dll. Mangrove dan Terumbu Karang sangat besar peranannya dalam menjaga keseimbangan habitat pesisir. Pada tulisan berikutnya saya akan menjelaskan lebih rinci mengenai mangrove dan terumbu karang.
Penyedia jasa-jasa pendukung kehidupan, yaitu sebagai sumber air bersih, tempat budidaya, dll.
Penyedia jasa-jasa Kenyamanan, sebagai tempat rekreasi dan pengembangan pariwisata.
Penerima Limbah, sebagai penampung limbah dari aktivitas di darat dan laut.
Pengaruh kegiatan manusia
Pemukiman disekitar pesisir menghasilkan pola-pola penggunaan lahan dan air yang khas, yang berkembang sejalan dengan tekanan dan tingkat pemanfaatan, sesuai dengan keaadaan lingkungan wilayah pesisir tertentu
Tekanan penduduk yang besar sering mengakibatkan rusaknya lingkungan, pencemaran perairan oleh sisa-sisa rumah tangga, meluasnya proses erosi, kesehatan masyarakat yang memburuk dan terganggunya ketertiban dan keamanan umum
Perlu dihayati bahwa sekali habitat atau suatu ekosistem rusak maka sukar untuk diperbaiki kembali.
Pencemaran Wilayah Pesisir
Perairan wilayah pesisir umumnya merupakan perangkap zat-zat hara maupun bahan-bahan buangan. Oleh karena itu pemanfaatan ganda yang tidak direncanakan dengan cermat akan menimbulkan masalah lingkungan yang berhubungan dengan bahan buangan. Sampah organic dari kota, sisa-sisa pestisida dan pupuk pertanian, bahan buangan industri dan sebagainya, akan terbawa aliran air sungai dan pada akhirnya akan mencapai perairan wilayah pesisir
Beberapa hal yang perlu diperhatikan terhadap bahan-bahan yang akan dibuang ke perairan, termasuk perairan wilayah pesisir yaitu :
Macam, sifat, banyaknya dan kontinuitas bahan buangan;
Kemampuan daya angkut dan pengencer perairan yang berkaitan dengan kondisi oseanografi setempat;
Kemungkinan interaksi antara sifat-sifat kimia dan biologi bahan buangan dengan lingkungan perairan.
Pengaruh bahan buangan terhadap kehidupan dan rantai makanan;
Proses degradasi dan perubahan biogeokimia;
Prognose terhadap jumlah dan macam tambahan bahan pencemar di hari depan;
Faktor-faktor lain yang khas.
Usaha-usaha Mencegah Pencemaran Wilayah Pesisir
Pengaturan pembuangan limbah industri
Pengolahan limbah industri atau pabrik untuk menghilangkan zat-zat yang berbahaya
Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis bahan kimia yang dipakai oleh industri maupun nelayan yang memakainnya untuk mencari ikan
Tindakan tegas terhadap para pelaku pencemaran lingkungan
Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan hidupnya
Kamis, 07 Oktober 2010
Persepsi
Pengenalan
Bagian dari 3 buku ini, dan, tentu saja, kepada buku yang secara garis besar dan secara keseluruhan, telah cenderung untuk menyiratkan bahwa semua hidup orang diabdikan bagi pengejaran dari kegiatan-kegiatan perencanaan klasifikasi, mengerjakan dengan rapi satu demi satu- sekarang aku berbelanja, sekarang aku bepergian, sekarang aku bekerja dan seterusnya. Bagan seperti itu yang secara total meninggalkan ke luar pertimbangan dengan cara perorangan secara terus-menerus bereaksi terhadap segalanya di sekitar dia, menerima kesan kompleks meskipun demikian semua lima pikiran sehat yang menghasilkan gangguan baik yang menyenangkan maupun lain-lainnya. Pada saat suatu penggunaan daratan perencana harus pasti terkait dengan ketetapan tentang sejumlah cukup jenis daratan dan bangunan untuk aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, hal ini penting bahwa ia juga sadar, dan memperhatikan, persepsi orang-orang dari apa yang ada di sekitar nya.
Telah ada suatu yang disayangkan antara psychologistis dan sarjana sosiologi yang bekerja pada aspek dari orang-orang yang menjawab dunia tersebut, dan pengenalan cukup melalui darat dengan menggunakan perencana tentang keterkaitannya terhadap tugas mereka. Belakangan ini, bagaimanapun juga, keseluruhan pokok persepsi tengah menerima peningkatan perhatian melalui darat dengan menggunakan perencana. Tentu saja, di sana sekarang sepertinya beberapa bahaya wide-spread kebencian sebagai hasil publikasi yang berlebihan, yang lancar yang mana ' kenyamanan', ' mutu hidup', ' ekologi', dan hal-hal yang berkaitan telah diperlakukan.
Dalam bab I ini akan menyediakan suatu pengenalan ke persepsi, menyebutkan lebih dulu kesadaran keperluan visual dan pergerakkan obeervur, kemudian ruang dari orang-orang lain yang diikuti oleh persepsi sampai lepas selain dari penglihatan, dan akhirnya, semua kesulitan merupakan aspek persepsi.
Analisa dan Klasifikasi Tentang Unsur-Unsur Visual
Salah satu dari akar hari aspek yang mendaratkan perencanaan penggunaan adalah disain kewarganegaraan- karenanya suatu awal penekanan pada atas kota besar kooperasi dan kode indah, acestetic pemindahan dan terus-menerus ketika secara visual tidak baik dan baik, dan seperti itu metoda masih sangat banyak di sekeliling kita.
Gordon Callen's berpendapat adalah familliar bagi kebanyakan, dan particulaly notasi yang ia kembangkan seperti kode orang awam yang taat pada lingkungan nya, yang telah diuraikan seperti suatu usaha pengoptimalan ke perikemanusiaan di depan kelayakan. notasi menyelesaikan timbangan', yang menandai intensitas dan fungsi itu berguna yang berciri sama/konsisten dengan daratan atau suatu bangunan, seperti halnya apperance nya, dan ' indikator', yang jadilah lebih terkait dengan arti object sebagai unsur-unsur dalam dataran itu. Dengan suatu kombinasi pertimtimbangan dan indikator, karakteristik yang penting tentang segala area bisa dianalisa, digolongkan dan dikomunikasikan
Asumsi ini dari kelompok axerteinable yang menilai neccessarily underlles semua dataran penggolongan dengan tidak belajar mengenai yang manakah yang membatasi dirinya sendiri hanya untuk identifikasi unsur-unsur di dalam dataran, tetapi memainkan peranan ke akses ' mutu'. Teknik ini telah menjadi panduan untuk beberapa pertimbangan, sebagai contoh, dengan Cabang, siapa yang memilih kekurangan ' wakil' kelompok orang yang lebih dulu dirakit untuk menunjukkan pandangan testnya, penggunaan evaluasi yang berikut nya hanya ada satu bagian dari yang menggolongkan, dugaan ada 20 foto bisa menghadirkan cakupan peristiwa pemandangan di dunia, konversi rangkings photograps bagi suatu skala pengukuran yang utama dan sebagainya.
Metoda dataran penggolongan penelitian dan evaluasi sedang melanjutkan, tentu saja, satu metoda sekarang yang menerima perhatian adalah jenis analisa, 'permukaan potensial' di mana tidak penting yang konstituen dari suatu area yang dicapai menurut berbagai ukuran-ukuran. seperti halnya ketika dataran, kehidupan rimba, pertanian, ilmu kehutanan dan penggunaan desa lainnya, yang mencakup rekreasi, adalah ‘penuntut' pada sumber daya pedesaan. Dengan begitu efek dari penggunaan daratan yang berbeda atas sumber daya area studi dan yang lain adalah akses secara sistematis untuk menyediakan suatu basis untuk dua jenis kebijakan:
1. Nilai penempatan dan kebijakan kendali, yang diperlukan dari zona konflik potensi terbesar atau untuk aktivitas yang sangat tak dapat diterima bagi minat yang lainnya.
2. Kebijakan yang tidak mencakup praktek diikat ke penempatan spesifik, seperti banyak orang bertamasya dengan mobil bersenang-senang atau praktek agrikultur.
Metode yang telah disuling adalah suatu studi pada Hutan Sherwood, dan berlanjut untuk menjadi jenis perencanaan pedesaan, sebagai contoh pekerjaan dengan perencana Taman Nasional Kanada untuk menilai dengan jelas dataran yang berbeda di dalam negera mereka.
Gerakkan Peninjau
Masih berkonsentrasi pada persepsi visual, sepertiga kelompok teknik adalah metoda itu dikembangkan dalam hubungan dengan jalan. yang bergerak, dibanding dengan statis. Peninjau memperkenalkan suatu skala persepsi baru.
Studi lebih dulu di akses cakupan tentang persepsi visual yang relevan ke jalan pikiran para pemakai, kemudian menguji semua daratan yang akan dilihat dari jalur cepat yang diproyeksikan dan meneliti bagaimana dataran bisa ditingkatkan dengan penanaman, bumi yang mencetak, kepindahan eye-sores dan seterusnya.
Suatu proyek percobaan peluang terkait dengan jalan dan kenyamanan, pikir dengan suatu pemenuhan yang lebih luas dibanding efek visual, Telah dilaksanakan oleh Sektor Wilayah London Camden. Yang sangat utama, suatu parison antara lalulintas yang berbeda berpola dan efek yang merugikan mereka pada jalan index lingkungan dengan begitu diproduksi telah dikalikan lagi dengan faktor arus lalu lintas untuk memberi suatu index kerusakan, karena masing-masing mata rantai pada jaringan lalu lintas.
Ruang Persepsi
Lynch di atas tersebut, telah menjadi sangat berpengaruh dalam menggambarkan dan menarik perhatian perencana kepada inadquacies penggolongan visuil konvensional. Apa metoda yang seperti itu yang cenderung mengabaikan bahwa orang-orang menginterpretasikan lingkungan mereka di dalam suatu cara yang sangat pribadi.
Masing-masing pekerjaan pada persepsi psycologists selalu kembali ke prinsip pertama, pendapat pengetahuan orang-orang di dunia berasal dari pikiran sehat itu, dan stimuli yang bertindak sesuai dengan pikiran sehat itu, juga penting adalah masa lampau dalam belajar dan motivasi. Seperti studi tersebut menekankan bahwa orang laki-laki hanya mempunyai suatu kapasitas terbatas untuk merasa dan untuk menyimpan informasi, dan bahwa di dalam keadaan individu yang serupa yang bertindak dengan cara yang berbeda. Seperti itu, satu psycological studi menemukan bahwa, semua individu mempunyai ruang yang ditentukan yang preference. Didevinisikan sebagai apa yang diinginkan dalam tingkat kontak sosial, dan ketika informasi ditempatkan, mereka akan bertindak dengan cara yang berbeda.
Penerimaan manusia yang boleh bertindak adalah suatu pertunjukan yang tidak logis yang dinyatakan oleh Model Simon's satisficing perilaku perorangan mungkin adalah isi dengan salah satu dari satu rangkaian ketika hasil yang ia ambil itu 'memuaskan', tanpa mencari-cari ke pengoptimalan, tersebut adalah, penemuan hasil 'yang terbaik' . Dengan jelas pandangan perilaku ini mengijinkan lingkup penuh untuk individu untuk bereaksi terhadap keadaan di (dalam) bermacam-macam jalan. hubungan ini telah dinyatakan secara diagram yang terstruktur.
Lych berkonsentrasi pada yang riil 'sifat mudah dibaca' tentang lingkungan, seperti dirasa oleh orang-orang dan yang dicerminkan oleh perilaku mereka sehari-hari ketika mereka menggerak-gerakkan area rumah mereka. Dengan begitu ia tertarik akan kesenangan itu yang mana orang-orang bisa benar-benar mengenali hal tersebut bagian-bagian dari suatu kota besar dan menyusunnya menjadi suatu pola yang saling berhubungan. Dia mengumpulkan informasi dari masyarakat “perceived city” melalui proses wawancara, dengan cara membuat mereka menerangkan rute mereka ketika hendak bekerja atau dengan menggambar denah lingkungan tempat tinggal mereka. Hasil analisisnya menegaskan bahwa “sepertinya terdapat sebuah image publik dari setiap kecenderungan kota yang tumpang tindih dengan banyak image individu”. Dari image masyarakat kota, dia menyimpulkan bahwa ada 5 tipe elemen yang signifikan yang mempengaruhi persepsi mengenai struktur fisik dari suatu kota- jalan, nodes, batas/tepi, distrik, dan landmark/penanda. Penemuan Lynch, dan suatu desain yang prinsipnya berdasar penemuan tersebut, telah mempengaruhi para perencana dan para arsitek secara luas, dan metode analisisnya juga telah banyak dan sering digunakan.
Teknik yang memfokusan persepsi pada keruangan telah banyak diterapkan pada beragam skala geografi secara luas. Telah ada penelitian yang mirip tentang lingkungan, seperti penelitian yang dilakukan Eyle pada desa Highgate di kota London- dimana ia mencatat bahwa orang cenderung untuk melebarkan luas dari tanah sepanjang jurusan/arah rumah mereka, sehingga ukuran desa yang mereka gambarkan menjadi lebih kecil karena bertambahnya ukuran dari tempat tinggal mereka. Sebuah penelitian tingkat nasional yang pernah menjadi salah satu “peta mental” dari Britain, oleh Gould dan White. Pada intinya, mereka menampilkan daftar-daftar berbagai daerah di Britain dalam peringkat pilihan/kecenderungan memilih kediaman untuk beberapa kelompok anak sekolah. Dari daftar pilihan yang digambarkan oleh orang-orang, mereka mendapatkan sebuah hasil statistik untuk masing-masing kelompok anak yang tinggal pada daerah yang sama, dimana kemudian dapat dibandingkan dengan gambaran pilihan dari kelompok anak sekolah yang tinggal di daerah lain di negara tersebut. Mereka menemukan sebuah pola umum yang berulang pada semua pilihan kelompok, dimanapun mereka tinggal, meskipun seperti dapat diduga, variasi local dapat terjadi bersamaan/tumpang tindih. Mereka menyarankan penelitian lebih lanjut yang fokus untuk memperjelas faktor apa yang mempengaruhi baik pilihan “umum” maupun “lokal”, tapi mereka mengingatkan, image adalah jelas dibentuk oleh beragam arus informasi yang diterima masyarakat, tetapi sepertinya hal yang hampir mustahil dilakukan untuk menentukan arus informasi tersebut dengan tepat.
Pandangan Terhadap Orang Lain
Salah satu elemen persepsi yang memiliki arti penting bagi para perencana adalah reaksi seseorang terhadap kehadiran orang lain. Banyak hal telah ditulis (dan banyak diperdebatkan juga) mengenai psikologis dan tentu saja fisiologis, pengaruh-pengaruh dari kepadatan penduduk yang berbeda, terutama kepadatan area hunian. Beberapa tahun yang lalu, sebagian besar perhatian ditujukan pada ketegangan yang mungkin terjadi dikarenakan oleh terlalu banyaknya orang, namun pemikiran yang berkembang sekarang juga fokus pada kekacauan yang dapat terjadi akibat kurangnya kontak/interaksi dengan orang lain.
Telah jelas bahwa kesenangan yang diperoleh dari beberapa kegiatan dapat sangat berkurang jika seorang individu merasa terlalu ramai/padat. Sejauh ini, cara untuk mengukur aspek cara pandang ini tidak terlalu sukses, tetapi penelitiannya tetap berlanjut. Karya yang dihasilkan oleh Dartington Amenity Research Trust di Dartmoor, dimana mereka mencoba untuk menyimpulkan tingkat toleransi seseorang terhadap orang lain melalui hasil survei kuosioner, telah digambarkan oleh Butterfield:”Masyarakat ditanya apakah didaerahnya terlalu padat, terlalu sepi atau berapa jumlah penduduk yang idealnya terdapat ditempat tersebut untuk kenyamanan mereka sendiri. Sebagian besar menjawab “tentang jumlah yang ideal”- yang mungkin terjadi dengan sedikit cara yang memikat hati oleh pewawancara , tetapi terdapat hanya korelasi/hubungan lemah antara jawaban “terlalu banyak” dengan saat yang lebih sibuk/ramai dalam satu hari. Seseorang pernah berkata ada terlalu banyak orang disana mengganggu kesenangannya padahal ketika hanya ada satu orang lain di saat ia sedang piknik di tepi sungai dimana tempat ia juga diwawancarai (Kemungkinan ia merasa terlalu sesak/ramai oleh pewawancara kami).
Di USA, klasifikasi ORRC untuk tempat rekreasi , yang direntangkan dari “hutan belantara” sampai tempat yang sejajar dengan taman nasional kami, mengingat akan pengaruh dari kehadiran seseorang, semakin indahnya pemandangan alam, merupakan faktor yang menentukan karakter perasaan seseorang terhadap suatu daerah.
Sensasi Selain Visual
Sejauh ini, saya telah mendiskusikan persepsi dari apa yang dapat terlihat, dari ruang dan orang lain. Mengingatkan kembali faktor-faktor dari suara, aroma, dan getaran. Hal ini telah diakui akan meningkatkan perhatian dan karenanya para perencana menyediakan lebih dan lebih lagi waktu bergulat dengan efek lingkungan dari lalulintas dan karena kerugian komunitas ditekankan oleh pemerintah lokal dan pusat untuk menghadapi kewajiban-kewajiban mereka.
Banyak penelitian tentang efek kebisingan dari lalu-lintas kendaraan bermotor telah menjadi perhatian umum baik untuk menemukan cara pengaturan bangunan yang tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kebisingan ataupun untuk menggabungkan efek-efek kedalam analisis neraca laba dari kemungkinan-kemungkinan yang berkembang. Selain dari penelitian mengenai lalu-lintas, terdapat juga beberapa penelitian terhadap lingkungan hidup mengenai efek dari lalulintas pada daerah perkotaan- terutama yang dianggap sebagai hal yang memiliki arsitektur atau nilai historis tertentu dan di area rekreasi luar kota.
Beberapa teknik pengukuran aspek-aspek mengenai pengaruh lalulintas terhadap lingkungan hidup telah dikembangkan oleh para peneliti di universitas Imperial , yang berhubungan dengan penelitian Buchanan, dan digunakan dalam penelitian seperti misalnya penelitian di Greenwich dan daerah timur laut kota London, di Edinburgh dan di New Forest. Telah disebutkan sebelumnya anjuran Hill mengenai unit kendaraan umum berbasis lingkungan, dimana dapat dibedakan berat tipe kendaraan berdasarkan pengaruhnya terhadap lingkungan hidup. Penemuan dari penelitian di New Forest, sebagai contoh, apakah suara tersebut, aroma, getaran, dan gangguan visual dari kendaraan seluruhnya mempengaruhi kenikmatan seseorang.
Evaluasi Persepsi dari Beragam Unsur
Saat ini gagasan tentang keseragaman dan reaksi sensual yang mudah dikenali telah secara luas tergantikan dengan perwujudan kompleksitas dari nilai-nilai yang dianut seseorang dalam hal ini, sebagian besar tergantung pada perkembangan yang cerdik dan secara tidak langsung untuk menumbuhkan minat seseorang terhadap suatu wilayah, dan bagaimana mereka dipengaruhi oleh berbagai hal disekitar mereka.
Beberapa perencana memiliki harapan yang besar terhadap bentuk permainan dan simulasi, yang mendorong orang-orang untuk menunjukkan hobi/kesukaan mereka dalam cara-cara yang muncul cukup informal dan dapat dianalogikan/disamakan dengan kehidupan sehari-hari. Perencana memiliki “fruit machine” (sebuah metode untuk evaluasi prioritas masalah) yang muncul pada sebuah pameran public terbaru oleh Camden, merupakan sebuah hasil sementara dari penelitian tipe ini dipimpin oleh Social and Community Planning Research untuk mengenali dan mengukur nilai pertukaran dari kesenangan seseorang.
Sementara itu, perhatian publik telah terarah dengan baik dan benar terhadap kesulitan “memberi harga/nilai pada suatu fasilitas” melalui penggunaan seperti investigasi yang dilakukan oleh komisi Roskill tentang lokasi yang mungkin dapat menjadi bandar udara ketiga di kota London.
Tetapi seperti yang telah dikatakan Gregory, “menjaga fasilitas penting tidak hanya karena disitu banyak uang yang harus dikeluarkan”, dan “tidak banyak yang bisa dikatakan tentang sebuah sistem dimana nilai suatu kegunaan dasar dinaikkan dalam upaya untuk memelihara fasilitas yang terhitung kaya/baik”. Dari hasil analisisnya terhadap “ lima perencanaan ternama yang mengundang perdebatan pada dekade terakhir” dia menyimpulkan-“Dalam tahun-tahun kedepan tidak akan ada lagi kerugian/kekurangan dari desakan umum”. Tapi satu hal yang dapat cukup dimengerti; memutuskan pilihan akan menjadi sebuah pekerjaan yang semakin membingungkan dan meyusahkan.
Pengenalan
Bagian dari 3 buku ini, dan, tentu saja, kepada buku yang secara garis besar dan secara keseluruhan, telah cenderung untuk menyiratkan bahwa semua hidup orang diabdikan bagi pengejaran dari kegiatan-kegiatan perencanaan klasifikasi, mengerjakan dengan rapi satu demi satu- sekarang aku berbelanja, sekarang aku bepergian, sekarang aku bekerja dan seterusnya. Bagan seperti itu yang secara total meninggalkan ke luar pertimbangan dengan cara perorangan secara terus-menerus bereaksi terhadap segalanya di sekitar dia, menerima kesan kompleks meskipun demikian semua lima pikiran sehat yang menghasilkan gangguan baik yang menyenangkan maupun lain-lainnya. Pada saat suatu penggunaan daratan perencana harus pasti terkait dengan ketetapan tentang sejumlah cukup jenis daratan dan bangunan untuk aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, hal ini penting bahwa ia juga sadar, dan memperhatikan, persepsi orang-orang dari apa yang ada di sekitar nya.
Telah ada suatu yang disayangkan antara psychologistis dan sarjana sosiologi yang bekerja pada aspek dari orang-orang yang menjawab dunia tersebut, dan pengenalan cukup melalui darat dengan menggunakan perencana tentang keterkaitannya terhadap tugas mereka. Belakangan ini, bagaimanapun juga, keseluruhan pokok persepsi tengah menerima peningkatan perhatian melalui darat dengan menggunakan perencana. Tentu saja, di sana sekarang sepertinya beberapa bahaya wide-spread kebencian sebagai hasil publikasi yang berlebihan, yang lancar yang mana ' kenyamanan', ' mutu hidup', ' ekologi', dan hal-hal yang berkaitan telah diperlakukan.
Dalam bab I ini akan menyediakan suatu pengenalan ke persepsi, menyebutkan lebih dulu kesadaran keperluan visual dan pergerakkan obeervur, kemudian ruang dari orang-orang lain yang diikuti oleh persepsi sampai lepas selain dari penglihatan, dan akhirnya, semua kesulitan merupakan aspek persepsi.
Analisa dan Klasifikasi Tentang Unsur-Unsur Visual
Salah satu dari akar hari aspek yang mendaratkan perencanaan penggunaan adalah disain kewarganegaraan- karenanya suatu awal penekanan pada atas kota besar kooperasi dan kode indah, acestetic pemindahan dan terus-menerus ketika secara visual tidak baik dan baik, dan seperti itu metoda masih sangat banyak di sekeliling kita.
Gordon Callen's berpendapat adalah familliar bagi kebanyakan, dan particulaly notasi yang ia kembangkan seperti kode orang awam yang taat pada lingkungan nya, yang telah diuraikan seperti suatu usaha pengoptimalan ke perikemanusiaan di depan kelayakan. notasi menyelesaikan timbangan', yang menandai intensitas dan fungsi itu berguna yang berciri sama/konsisten dengan daratan atau suatu bangunan, seperti halnya apperance nya, dan ' indikator', yang jadilah lebih terkait dengan arti object sebagai unsur-unsur dalam dataran itu. Dengan suatu kombinasi pertimtimbangan dan indikator, karakteristik yang penting tentang segala area bisa dianalisa, digolongkan dan dikomunikasikan
Asumsi ini dari kelompok axerteinable yang menilai neccessarily underlles semua dataran penggolongan dengan tidak belajar mengenai yang manakah yang membatasi dirinya sendiri hanya untuk identifikasi unsur-unsur di dalam dataran, tetapi memainkan peranan ke akses ' mutu'. Teknik ini telah menjadi panduan untuk beberapa pertimbangan, sebagai contoh, dengan Cabang, siapa yang memilih kekurangan ' wakil' kelompok orang yang lebih dulu dirakit untuk menunjukkan pandangan testnya, penggunaan evaluasi yang berikut nya hanya ada satu bagian dari yang menggolongkan, dugaan ada 20 foto bisa menghadirkan cakupan peristiwa pemandangan di dunia, konversi rangkings photograps bagi suatu skala pengukuran yang utama dan sebagainya.
Metoda dataran penggolongan penelitian dan evaluasi sedang melanjutkan, tentu saja, satu metoda sekarang yang menerima perhatian adalah jenis analisa, 'permukaan potensial' di mana tidak penting yang konstituen dari suatu area yang dicapai menurut berbagai ukuran-ukuran. seperti halnya ketika dataran, kehidupan rimba, pertanian, ilmu kehutanan dan penggunaan desa lainnya, yang mencakup rekreasi, adalah ‘penuntut' pada sumber daya pedesaan. Dengan begitu efek dari penggunaan daratan yang berbeda atas sumber daya area studi dan yang lain adalah akses secara sistematis untuk menyediakan suatu basis untuk dua jenis kebijakan:
1. Nilai penempatan dan kebijakan kendali, yang diperlukan dari zona konflik potensi terbesar atau untuk aktivitas yang sangat tak dapat diterima bagi minat yang lainnya.
2. Kebijakan yang tidak mencakup praktek diikat ke penempatan spesifik, seperti banyak orang bertamasya dengan mobil bersenang-senang atau praktek agrikultur.
Metode yang telah disuling adalah suatu studi pada Hutan Sherwood, dan berlanjut untuk menjadi jenis perencanaan pedesaan, sebagai contoh pekerjaan dengan perencana Taman Nasional Kanada untuk menilai dengan jelas dataran yang berbeda di dalam negera mereka.
Gerakkan Peninjau
Masih berkonsentrasi pada persepsi visual, sepertiga kelompok teknik adalah metoda itu dikembangkan dalam hubungan dengan jalan. yang bergerak, dibanding dengan statis. Peninjau memperkenalkan suatu skala persepsi baru.
Studi lebih dulu di akses cakupan tentang persepsi visual yang relevan ke jalan pikiran para pemakai, kemudian menguji semua daratan yang akan dilihat dari jalur cepat yang diproyeksikan dan meneliti bagaimana dataran bisa ditingkatkan dengan penanaman, bumi yang mencetak, kepindahan eye-sores dan seterusnya.
Suatu proyek percobaan peluang terkait dengan jalan dan kenyamanan, pikir dengan suatu pemenuhan yang lebih luas dibanding efek visual, Telah dilaksanakan oleh Sektor Wilayah London Camden. Yang sangat utama, suatu parison antara lalulintas yang berbeda berpola dan efek yang merugikan mereka pada jalan index lingkungan dengan begitu diproduksi telah dikalikan lagi dengan faktor arus lalu lintas untuk memberi suatu index kerusakan, karena masing-masing mata rantai pada jaringan lalu lintas.
Ruang Persepsi
Lynch di atas tersebut, telah menjadi sangat berpengaruh dalam menggambarkan dan menarik perhatian perencana kepada inadquacies penggolongan visuil konvensional. Apa metoda yang seperti itu yang cenderung mengabaikan bahwa orang-orang menginterpretasikan lingkungan mereka di dalam suatu cara yang sangat pribadi.
Masing-masing pekerjaan pada persepsi psycologists selalu kembali ke prinsip pertama, pendapat pengetahuan orang-orang di dunia berasal dari pikiran sehat itu, dan stimuli yang bertindak sesuai dengan pikiran sehat itu, juga penting adalah masa lampau dalam belajar dan motivasi. Seperti studi tersebut menekankan bahwa orang laki-laki hanya mempunyai suatu kapasitas terbatas untuk merasa dan untuk menyimpan informasi, dan bahwa di dalam keadaan individu yang serupa yang bertindak dengan cara yang berbeda. Seperti itu, satu psycological studi menemukan bahwa, semua individu mempunyai ruang yang ditentukan yang preference. Didevinisikan sebagai apa yang diinginkan dalam tingkat kontak sosial, dan ketika informasi ditempatkan, mereka akan bertindak dengan cara yang berbeda.
Penerimaan manusia yang boleh bertindak adalah suatu pertunjukan yang tidak logis yang dinyatakan oleh Model Simon's satisficing perilaku perorangan mungkin adalah isi dengan salah satu dari satu rangkaian ketika hasil yang ia ambil itu 'memuaskan', tanpa mencari-cari ke pengoptimalan, tersebut adalah, penemuan hasil 'yang terbaik' . Dengan jelas pandangan perilaku ini mengijinkan lingkup penuh untuk individu untuk bereaksi terhadap keadaan di (dalam) bermacam-macam jalan. hubungan ini telah dinyatakan secara diagram yang terstruktur.
Lych berkonsentrasi pada yang riil 'sifat mudah dibaca' tentang lingkungan, seperti dirasa oleh orang-orang dan yang dicerminkan oleh perilaku mereka sehari-hari ketika mereka menggerak-gerakkan area rumah mereka. Dengan begitu ia tertarik akan kesenangan itu yang mana orang-orang bisa benar-benar mengenali hal tersebut bagian-bagian dari suatu kota besar dan menyusunnya menjadi suatu pola yang saling berhubungan. Dia mengumpulkan informasi dari masyarakat “perceived city” melalui proses wawancara, dengan cara membuat mereka menerangkan rute mereka ketika hendak bekerja atau dengan menggambar denah lingkungan tempat tinggal mereka. Hasil analisisnya menegaskan bahwa “sepertinya terdapat sebuah image publik dari setiap kecenderungan kota yang tumpang tindih dengan banyak image individu”. Dari image masyarakat kota, dia menyimpulkan bahwa ada 5 tipe elemen yang signifikan yang mempengaruhi persepsi mengenai struktur fisik dari suatu kota- jalan, nodes, batas/tepi, distrik, dan landmark/penanda. Penemuan Lynch, dan suatu desain yang prinsipnya berdasar penemuan tersebut, telah mempengaruhi para perencana dan para arsitek secara luas, dan metode analisisnya juga telah banyak dan sering digunakan.
Teknik yang memfokusan persepsi pada keruangan telah banyak diterapkan pada beragam skala geografi secara luas. Telah ada penelitian yang mirip tentang lingkungan, seperti penelitian yang dilakukan Eyle pada desa Highgate di kota London- dimana ia mencatat bahwa orang cenderung untuk melebarkan luas dari tanah sepanjang jurusan/arah rumah mereka, sehingga ukuran desa yang mereka gambarkan menjadi lebih kecil karena bertambahnya ukuran dari tempat tinggal mereka. Sebuah penelitian tingkat nasional yang pernah menjadi salah satu “peta mental” dari Britain, oleh Gould dan White. Pada intinya, mereka menampilkan daftar-daftar berbagai daerah di Britain dalam peringkat pilihan/kecenderungan memilih kediaman untuk beberapa kelompok anak sekolah. Dari daftar pilihan yang digambarkan oleh orang-orang, mereka mendapatkan sebuah hasil statistik untuk masing-masing kelompok anak yang tinggal pada daerah yang sama, dimana kemudian dapat dibandingkan dengan gambaran pilihan dari kelompok anak sekolah yang tinggal di daerah lain di negara tersebut. Mereka menemukan sebuah pola umum yang berulang pada semua pilihan kelompok, dimanapun mereka tinggal, meskipun seperti dapat diduga, variasi local dapat terjadi bersamaan/tumpang tindih. Mereka menyarankan penelitian lebih lanjut yang fokus untuk memperjelas faktor apa yang mempengaruhi baik pilihan “umum” maupun “lokal”, tapi mereka mengingatkan, image adalah jelas dibentuk oleh beragam arus informasi yang diterima masyarakat, tetapi sepertinya hal yang hampir mustahil dilakukan untuk menentukan arus informasi tersebut dengan tepat.
Pandangan Terhadap Orang Lain
Salah satu elemen persepsi yang memiliki arti penting bagi para perencana adalah reaksi seseorang terhadap kehadiran orang lain. Banyak hal telah ditulis (dan banyak diperdebatkan juga) mengenai psikologis dan tentu saja fisiologis, pengaruh-pengaruh dari kepadatan penduduk yang berbeda, terutama kepadatan area hunian. Beberapa tahun yang lalu, sebagian besar perhatian ditujukan pada ketegangan yang mungkin terjadi dikarenakan oleh terlalu banyaknya orang, namun pemikiran yang berkembang sekarang juga fokus pada kekacauan yang dapat terjadi akibat kurangnya kontak/interaksi dengan orang lain.
Telah jelas bahwa kesenangan yang diperoleh dari beberapa kegiatan dapat sangat berkurang jika seorang individu merasa terlalu ramai/padat. Sejauh ini, cara untuk mengukur aspek cara pandang ini tidak terlalu sukses, tetapi penelitiannya tetap berlanjut. Karya yang dihasilkan oleh Dartington Amenity Research Trust di Dartmoor, dimana mereka mencoba untuk menyimpulkan tingkat toleransi seseorang terhadap orang lain melalui hasil survei kuosioner, telah digambarkan oleh Butterfield:”Masyarakat ditanya apakah didaerahnya terlalu padat, terlalu sepi atau berapa jumlah penduduk yang idealnya terdapat ditempat tersebut untuk kenyamanan mereka sendiri. Sebagian besar menjawab “tentang jumlah yang ideal”- yang mungkin terjadi dengan sedikit cara yang memikat hati oleh pewawancara , tetapi terdapat hanya korelasi/hubungan lemah antara jawaban “terlalu banyak” dengan saat yang lebih sibuk/ramai dalam satu hari. Seseorang pernah berkata ada terlalu banyak orang disana mengganggu kesenangannya padahal ketika hanya ada satu orang lain di saat ia sedang piknik di tepi sungai dimana tempat ia juga diwawancarai (Kemungkinan ia merasa terlalu sesak/ramai oleh pewawancara kami).
Di USA, klasifikasi ORRC untuk tempat rekreasi , yang direntangkan dari “hutan belantara” sampai tempat yang sejajar dengan taman nasional kami, mengingat akan pengaruh dari kehadiran seseorang, semakin indahnya pemandangan alam, merupakan faktor yang menentukan karakter perasaan seseorang terhadap suatu daerah.
Sensasi Selain Visual
Sejauh ini, saya telah mendiskusikan persepsi dari apa yang dapat terlihat, dari ruang dan orang lain. Mengingatkan kembali faktor-faktor dari suara, aroma, dan getaran. Hal ini telah diakui akan meningkatkan perhatian dan karenanya para perencana menyediakan lebih dan lebih lagi waktu bergulat dengan efek lingkungan dari lalulintas dan karena kerugian komunitas ditekankan oleh pemerintah lokal dan pusat untuk menghadapi kewajiban-kewajiban mereka.
Banyak penelitian tentang efek kebisingan dari lalu-lintas kendaraan bermotor telah menjadi perhatian umum baik untuk menemukan cara pengaturan bangunan yang tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kebisingan ataupun untuk menggabungkan efek-efek kedalam analisis neraca laba dari kemungkinan-kemungkinan yang berkembang. Selain dari penelitian mengenai lalu-lintas, terdapat juga beberapa penelitian terhadap lingkungan hidup mengenai efek dari lalulintas pada daerah perkotaan- terutama yang dianggap sebagai hal yang memiliki arsitektur atau nilai historis tertentu dan di area rekreasi luar kota.
Beberapa teknik pengukuran aspek-aspek mengenai pengaruh lalulintas terhadap lingkungan hidup telah dikembangkan oleh para peneliti di universitas Imperial , yang berhubungan dengan penelitian Buchanan, dan digunakan dalam penelitian seperti misalnya penelitian di Greenwich dan daerah timur laut kota London, di Edinburgh dan di New Forest. Telah disebutkan sebelumnya anjuran Hill mengenai unit kendaraan umum berbasis lingkungan, dimana dapat dibedakan berat tipe kendaraan berdasarkan pengaruhnya terhadap lingkungan hidup. Penemuan dari penelitian di New Forest, sebagai contoh, apakah suara tersebut, aroma, getaran, dan gangguan visual dari kendaraan seluruhnya mempengaruhi kenikmatan seseorang.
Evaluasi Persepsi dari Beragam Unsur
Saat ini gagasan tentang keseragaman dan reaksi sensual yang mudah dikenali telah secara luas tergantikan dengan perwujudan kompleksitas dari nilai-nilai yang dianut seseorang dalam hal ini, sebagian besar tergantung pada perkembangan yang cerdik dan secara tidak langsung untuk menumbuhkan minat seseorang terhadap suatu wilayah, dan bagaimana mereka dipengaruhi oleh berbagai hal disekitar mereka.
Beberapa perencana memiliki harapan yang besar terhadap bentuk permainan dan simulasi, yang mendorong orang-orang untuk menunjukkan hobi/kesukaan mereka dalam cara-cara yang muncul cukup informal dan dapat dianalogikan/disamakan dengan kehidupan sehari-hari. Perencana memiliki “fruit machine” (sebuah metode untuk evaluasi prioritas masalah) yang muncul pada sebuah pameran public terbaru oleh Camden, merupakan sebuah hasil sementara dari penelitian tipe ini dipimpin oleh Social and Community Planning Research untuk mengenali dan mengukur nilai pertukaran dari kesenangan seseorang.
Sementara itu, perhatian publik telah terarah dengan baik dan benar terhadap kesulitan “memberi harga/nilai pada suatu fasilitas” melalui penggunaan seperti investigasi yang dilakukan oleh komisi Roskill tentang lokasi yang mungkin dapat menjadi bandar udara ketiga di kota London.
Tetapi seperti yang telah dikatakan Gregory, “menjaga fasilitas penting tidak hanya karena disitu banyak uang yang harus dikeluarkan”, dan “tidak banyak yang bisa dikatakan tentang sebuah sistem dimana nilai suatu kegunaan dasar dinaikkan dalam upaya untuk memelihara fasilitas yang terhitung kaya/baik”. Dari hasil analisisnya terhadap “ lima perencanaan ternama yang mengundang perdebatan pada dekade terakhir” dia menyimpulkan-“Dalam tahun-tahun kedepan tidak akan ada lagi kerugian/kekurangan dari desakan umum”. Tapi satu hal yang dapat cukup dimengerti; memutuskan pilihan akan menjadi sebuah pekerjaan yang semakin membingungkan dan meyusahkan.
Selasa, 28 September 2010
Perencanaan
Definisi
Suatu kegiatan khusus yang memerlukan keahlian tertentu, sifatnya cukup rumit, banyak menguras tenaga dan pikiran, serta membutuhkan waktu yang lama dalam penyusunannya.
Suatu pekerjaan sehari-hari, tidak rumit, bahkan bisa saja orang tersebut tidak menyadari bahwa dia telah melakukan perencanaan
Penetapkan suatu tujuan dan memilih langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
Usaha sadar, terorganisir dan terus menerus guna memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif yang ada guna mencapai tujuan tertentu (Waterson, 1965)
Proses yang kontinyu yang menyangkut pengambilan keputusan/pilihan mengenai bagaimana memanfaatkan keseluruhan sumber daya yang ada guna mencapai tujuan tertentu di masa yang akan datang (Conyer,1984)
Proses menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia (UU no. 25/2004 ttg SPPN)
Unsur Perencanaan
(1) merencana berarti memilih
(2) perencanaan sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya
(3) perencanaan sebagai alat untuk mencapai tujuan
(4) perencanaan adalah untuk masa datang
KARAKTERISTIK PERENCANAAN
(1) mengarah ke pencapaian tujuan;
(2) mengarah ke perubahan;
(3) pernyataan Pilihan;
(4) rasionalitas;
(5) tindakan kolektif sebagai dasar.
JENIS PERENCANAAN (GLASSON 1974)
Physical planning and economic planning
Allocative and innovative planning
Multi or single objective planning
Indicative or imperative planning
Di Indonesia (robinson tarigan)
Top-down and Bottom Up planning
Vertical Planning and Horizontal Planning
Perencanaan yang melibatkan masyarakat langsung dan yang tak melibatkan masyarakat sama sekali
Lingkup Perencanaan
Hierarki Spasial (Ruang)
Dalam konteks ini perencanaan kota/perkotaan merupakan salah jenis perencanaan berdasarkan hierarki spasial, yakni pada tingkat/skala kota atau kawasan perkotaan.
Hierarki Operasional
Dalam hal ini perencanaan kota/perkotaan penyiapan dan antisipasi kondisi kota pada masa yang akan datang, dengan titik berat pada aspek spasial dan tata guna lahan, yang dimaksudkan untuk mewujudkan peningkatan kualitas lingkungan kehidupan dan penghidupan masyarakat kota dalam mencapai kesejahteraan.
PENGERTIAN WILAYAH Robinson Tarigan, 2004
Wilayah dapat diartikan secara sempit maupun luas sepanjang didalamnya terdapat unsur ruang/space
Untuk kepentingan perencanaan wilayah harus dapat dibagi atau dikelompokkan agar dapat dibedakan dengan kesatuan yang lain
PENGERTIAN WILAYAH DAN YANG TERKAIT (UU 26/2007)
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional.
Sistem wilayah adalah struktur ruang dan pola ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah.
Jenis Wilayah atau Perwilayahan
WILAYAH ADMINISTRASI di indonesia dikenal sebagai wilayah kekuasaan pemerintahan. Seperti Provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, dll.
WILAYAH BERDASARKAN KESAMAAN KONDISI sumatera utara dibagi atas pantai timur, pegunungan, dan pantai barat. Ada desa pedalaman, desa pegunungan, dll.
BERDASARKAN RUANG LINGKUP PENGARUH EKONOMIada wilayah growth pole and growth centre.
BERDASARKAN PERENCANAAN/PROGRAMdalam hal ini ditetapkan suatu batasan wilayah atau daerah yang terkena suatu program atau proyek dimana wilayah tersebut termasuk dalam suatu perencanaan untuk tujuan tertentu. Misal daerah DAS Bengawan Solo yang meliputi beberapa wilayah administrasi
PENGERTIAN KOTA Melville C Branch, 1995
Kota : WILAYAH KOTA
KOTA merupakan tempat tinggal beberapa ribu penduduk atau lebih
Perkotaan adalah area terbangun dengan struktur dan jalan sebagai suatu permukiman yang terpusat pada suatu area dengan kepadatan tertentu yang membutuhkan sarana dan pelayanan pendukung yang lebih lengkap dibandingkan dengan pedesaan
PENGERTIAN KOTA DAN YANG TERKAIT (UU 26/2007)
Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Kawasan metropolitan adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000 (satu juta) jiwa.
Kawasan megapolitan adalah kawasan yang terbentuk dari 2 (dua) atau lebih kawasan metropolitan yang memiliki hubungan fungsional dan membentuk sebuah sistem.
Jenis Kota (berdasarkan jumlah penduduk)
1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa
2. Kota sedang =penduduknya antara 50.000-100.000 jiwa
3. Kota besar =penduduknya antara 100.000-1.000.000 jiwa
4. Metropolitan =penduduknya antara 1.000.000-5.000.000 jiwa
5. Megapolitan =penduduknya lebih dari 5.000.000 jiwa
Jenis Kota Berdasarkan Perkembangannya
1. Tahap eopolis adalah tahap perkembangan desa yang sudah teratur dan masyarakatnya merupakan peralihan dari pola kehidupan desa kea rah kehidupan kota.
2. Tahap polis adalah suatu daerah kota yang sebagian penduduknya masih mencirikan sifat-sifat agraris.
3. Tahap metropolis adalah suatu wilayah kota yang ditandai oleh penduduknya sebagaian kehidupan ekonomi masyarakat ke sector industri.
4. Tahap megapolis adalah suatu wilayah perkotaan yang terdiri dari beberapa kota metropolis yang menjadi satu sehingga membentuk jalur perkotaan.
5. Tahap tryanopolis adalah suatu kota yang ditandai dengan adanya kekacauan pelayanan umum, kemacetan lalu-lintas, tingkat kriminalitas tinggi.
6. Tahap necropolis (Kota mati) adalah kota yang mulai ditinggalkan penduduknya.
PERENCANAAN WILAYAH (Robinson Tarigan)
Definisi
Mengetahui dan menganalisis kondisi saat ini, meramalkan perkembangan berbagai faktor noncontrollable yang relevan, memperkirakan faktor-faktor pembatas, menetapkan tujuan dan sasaran yang diperkirakan dapat dicapai, menetapkan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut, serta menetapkan lokasi dari bebrbagai kegiatan yang akan dilaksanakan.
Jenis Perencaan
Perencanaan Fisik
Perencanaan Tata Guna Lahan
Perencanaan Lingkungan
Menejemen Perkotaan
Perencanaan Kota
Pelestarian Bangunan bersejarah
Perencanaan Fiskal
Perencanaan transportasi
Perencanaan Fasilitas Publik
Perencanaan Perumahan
Jenis Perencanaan Wilayah
Tingkat Perencanaan dan Sumber Dana pemerintah mempunyai dana sendiri sehingga mampu merencanakan berdasarkan kemampuan anggaran
Perencanaan Tingkat Propinsi Produknya berupa RPJP (20 th), RPJM (5th)
Perencanaan Wilayah Tingkat Kabupaten produknya adalah RPJM, RKPD, RTRW, RDTR,
Perencanaan wilayah Tingkat Kecamatan produknya RUTR, RDTR
Perencanaan Pada Level Proyek penentuan tempat berbagai kegiatan yang etercakup dalam proyek tersebut. Menyelaraskan antara proyek dan aturan yang ada(RTRW)
RUANG LINGKUP PERENCANAAN WILAYAH
Perencanaan ruang wilayah dituangkan dalam perencanaan tata ruang wilayah
Perencanaan aktivitas dituangkan dalam rencana pembangunan wilayah jangka panjang, menengah dan pendek
Perencanaan Wilayah dimulai dengan penetapan visi dan misi
PENTINGNYA PERENCANAAN WILAYAH
Banyak diantara potensi wilayah selain terbatas jg tidak dapat diperbaharui
Jika tdk diatur, perubahan wilayah akan sangat tdk terkendali akibat majunya teknologi
Kesalahan dalam perencanaan sering sulit diubah atau diperbaiki, terkait dengan berbagai kepentingan yg melekat atasnya
Penggunaan dan pemilikan lahan tdk dapat sepenuhnya diserahkan pd mekanisme pasar
Tatanan wilayah mencerminkan kepribadian masyarakatnya
TUJUAN PERENCANAAN WILAYAH
Menghasilkan rencana yang menetapkan lokasi dari berbagai kegiatan yang direncanakan baik oleh pihak pemerintah maupun oleh pihak swasta
Lokasi yang dipilih dapat memberikan efisiensi dan keserasian lingkungan yang maksimal
Definisi
Suatu kegiatan khusus yang memerlukan keahlian tertentu, sifatnya cukup rumit, banyak menguras tenaga dan pikiran, serta membutuhkan waktu yang lama dalam penyusunannya.
Suatu pekerjaan sehari-hari, tidak rumit, bahkan bisa saja orang tersebut tidak menyadari bahwa dia telah melakukan perencanaan
Penetapkan suatu tujuan dan memilih langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
Usaha sadar, terorganisir dan terus menerus guna memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif yang ada guna mencapai tujuan tertentu (Waterson, 1965)
Proses yang kontinyu yang menyangkut pengambilan keputusan/pilihan mengenai bagaimana memanfaatkan keseluruhan sumber daya yang ada guna mencapai tujuan tertentu di masa yang akan datang (Conyer,1984)
Proses menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia (UU no. 25/2004 ttg SPPN)
Unsur Perencanaan
(1) merencana berarti memilih
(2) perencanaan sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya
(3) perencanaan sebagai alat untuk mencapai tujuan
(4) perencanaan adalah untuk masa datang
KARAKTERISTIK PERENCANAAN
(1) mengarah ke pencapaian tujuan;
(2) mengarah ke perubahan;
(3) pernyataan Pilihan;
(4) rasionalitas;
(5) tindakan kolektif sebagai dasar.
JENIS PERENCANAAN (GLASSON 1974)
Physical planning and economic planning
Allocative and innovative planning
Multi or single objective planning
Indicative or imperative planning
Di Indonesia (robinson tarigan)
Top-down and Bottom Up planning
Vertical Planning and Horizontal Planning
Perencanaan yang melibatkan masyarakat langsung dan yang tak melibatkan masyarakat sama sekali
Lingkup Perencanaan
Hierarki Spasial (Ruang)
Dalam konteks ini perencanaan kota/perkotaan merupakan salah jenis perencanaan berdasarkan hierarki spasial, yakni pada tingkat/skala kota atau kawasan perkotaan.
Hierarki Operasional
Dalam hal ini perencanaan kota/perkotaan penyiapan dan antisipasi kondisi kota pada masa yang akan datang, dengan titik berat pada aspek spasial dan tata guna lahan, yang dimaksudkan untuk mewujudkan peningkatan kualitas lingkungan kehidupan dan penghidupan masyarakat kota dalam mencapai kesejahteraan.
PENGERTIAN WILAYAH Robinson Tarigan, 2004
Wilayah dapat diartikan secara sempit maupun luas sepanjang didalamnya terdapat unsur ruang/space
Untuk kepentingan perencanaan wilayah harus dapat dibagi atau dikelompokkan agar dapat dibedakan dengan kesatuan yang lain
PENGERTIAN WILAYAH DAN YANG TERKAIT (UU 26/2007)
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional.
Sistem wilayah adalah struktur ruang dan pola ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah.
Jenis Wilayah atau Perwilayahan
WILAYAH ADMINISTRASI di indonesia dikenal sebagai wilayah kekuasaan pemerintahan. Seperti Provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, dll.
WILAYAH BERDASARKAN KESAMAAN KONDISI sumatera utara dibagi atas pantai timur, pegunungan, dan pantai barat. Ada desa pedalaman, desa pegunungan, dll.
BERDASARKAN RUANG LINGKUP PENGARUH EKONOMIada wilayah growth pole and growth centre.
BERDASARKAN PERENCANAAN/PROGRAMdalam hal ini ditetapkan suatu batasan wilayah atau daerah yang terkena suatu program atau proyek dimana wilayah tersebut termasuk dalam suatu perencanaan untuk tujuan tertentu. Misal daerah DAS Bengawan Solo yang meliputi beberapa wilayah administrasi
PENGERTIAN KOTA Melville C Branch, 1995
Kota : WILAYAH KOTA
KOTA merupakan tempat tinggal beberapa ribu penduduk atau lebih
Perkotaan adalah area terbangun dengan struktur dan jalan sebagai suatu permukiman yang terpusat pada suatu area dengan kepadatan tertentu yang membutuhkan sarana dan pelayanan pendukung yang lebih lengkap dibandingkan dengan pedesaan
PENGERTIAN KOTA DAN YANG TERKAIT (UU 26/2007)
Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Kawasan metropolitan adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000 (satu juta) jiwa.
Kawasan megapolitan adalah kawasan yang terbentuk dari 2 (dua) atau lebih kawasan metropolitan yang memiliki hubungan fungsional dan membentuk sebuah sistem.
Jenis Kota (berdasarkan jumlah penduduk)
1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa
2. Kota sedang =penduduknya antara 50.000-100.000 jiwa
3. Kota besar =penduduknya antara 100.000-1.000.000 jiwa
4. Metropolitan =penduduknya antara 1.000.000-5.000.000 jiwa
5. Megapolitan =penduduknya lebih dari 5.000.000 jiwa
Jenis Kota Berdasarkan Perkembangannya
1. Tahap eopolis adalah tahap perkembangan desa yang sudah teratur dan masyarakatnya merupakan peralihan dari pola kehidupan desa kea rah kehidupan kota.
2. Tahap polis adalah suatu daerah kota yang sebagian penduduknya masih mencirikan sifat-sifat agraris.
3. Tahap metropolis adalah suatu wilayah kota yang ditandai oleh penduduknya sebagaian kehidupan ekonomi masyarakat ke sector industri.
4. Tahap megapolis adalah suatu wilayah perkotaan yang terdiri dari beberapa kota metropolis yang menjadi satu sehingga membentuk jalur perkotaan.
5. Tahap tryanopolis adalah suatu kota yang ditandai dengan adanya kekacauan pelayanan umum, kemacetan lalu-lintas, tingkat kriminalitas tinggi.
6. Tahap necropolis (Kota mati) adalah kota yang mulai ditinggalkan penduduknya.
PERENCANAAN WILAYAH (Robinson Tarigan)
Definisi
Mengetahui dan menganalisis kondisi saat ini, meramalkan perkembangan berbagai faktor noncontrollable yang relevan, memperkirakan faktor-faktor pembatas, menetapkan tujuan dan sasaran yang diperkirakan dapat dicapai, menetapkan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut, serta menetapkan lokasi dari bebrbagai kegiatan yang akan dilaksanakan.
Jenis Perencaan
Perencanaan Fisik
Perencanaan Tata Guna Lahan
Perencanaan Lingkungan
Menejemen Perkotaan
Perencanaan Kota
Pelestarian Bangunan bersejarah
Perencanaan Fiskal
Perencanaan transportasi
Perencanaan Fasilitas Publik
Perencanaan Perumahan
Jenis Perencanaan Wilayah
Tingkat Perencanaan dan Sumber Dana pemerintah mempunyai dana sendiri sehingga mampu merencanakan berdasarkan kemampuan anggaran
Perencanaan Tingkat Propinsi Produknya berupa RPJP (20 th), RPJM (5th)
Perencanaan Wilayah Tingkat Kabupaten produknya adalah RPJM, RKPD, RTRW, RDTR,
Perencanaan wilayah Tingkat Kecamatan produknya RUTR, RDTR
Perencanaan Pada Level Proyek penentuan tempat berbagai kegiatan yang etercakup dalam proyek tersebut. Menyelaraskan antara proyek dan aturan yang ada(RTRW)
RUANG LINGKUP PERENCANAAN WILAYAH
Perencanaan ruang wilayah dituangkan dalam perencanaan tata ruang wilayah
Perencanaan aktivitas dituangkan dalam rencana pembangunan wilayah jangka panjang, menengah dan pendek
Perencanaan Wilayah dimulai dengan penetapan visi dan misi
PENTINGNYA PERENCANAAN WILAYAH
Banyak diantara potensi wilayah selain terbatas jg tidak dapat diperbaharui
Jika tdk diatur, perubahan wilayah akan sangat tdk terkendali akibat majunya teknologi
Kesalahan dalam perencanaan sering sulit diubah atau diperbaiki, terkait dengan berbagai kepentingan yg melekat atasnya
Penggunaan dan pemilikan lahan tdk dapat sepenuhnya diserahkan pd mekanisme pasar
Tatanan wilayah mencerminkan kepribadian masyarakatnya
TUJUAN PERENCANAAN WILAYAH
Menghasilkan rencana yang menetapkan lokasi dari berbagai kegiatan yang direncanakan baik oleh pihak pemerintah maupun oleh pihak swasta
Lokasi yang dipilih dapat memberikan efisiensi dan keserasian lingkungan yang maksimal
Senin, 27 September 2010
MAP
A. Latar Belakang
Pada dasarnya kota tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat. Dimana dalam sebuah kehidupan, masyarakat harus melakukan berbagai aktifitas untuk bertahan hidup. Untuk bertahan hidup, manusia memerlukan kebutuhan hidup yang paling pokok. Yaitu sandang, pangan, dan papan. Yang artinya adalah setiap manusia sangatlah memerlukan pakaian untuk menutupi bagian tubuhnya, makanan untuk mengisi perutnya dan untuk melakukan aktifitas, dan juga rumah untuk ditinggali.
Dari berbagai kebutuhan tersebut, kota haruslah memenuhi semua itu, agar masyarakat yang ada di kota tersebut dapat bertahan hidup, dan juga hidup dengan damai. Sedangkan jumlah penduduk di sauatu kota selalu meningkat tajam, bahkan percepatannyapun kian waktu kian bertambah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka bertambah pula kebutuhan.
Utamanya semakin bertambah jumlah penduduk, semakin bertambah pula jumlah kebutuhan akan perumahan dan pemukiman. Sedangkan perumahan dan pemukiman sangatlah bergantung dengan lahan yang ada di muka bumi ini. Padahal lahan yang ada di muka bumi ini tidak akan mengalami perubahan. Baik itu bertambah, maupun berkurang.
Sehingga kami mencoba mengaplikasikan ilmu yang kami dapat di bangku kuliah Metode Analisis Perencanaan untuk menganalisis kebutuhan akan perumahan danpemukiman di Kabupaten Karanganyar yang notabene kontur tanah yang ada di Kabupaten Karanganyar merupakan tanah yang tidak rata. Sehingga sulit digunakan bahkan berbahaya jika digunakan untuk perumahan, pemukiman, dan kegiatan masyarakat sehari-hari. Padahal pertumbuhan penduduk kian waktu, kian meningkat. Selain pertumbuhan penduduk, masalah lain adalah berkembangnya berbagai pabrik-pabrik, memakan lahan yang tidak sedikit. Hal ini menyebabkan menurunnya jatah lahan untuk perumahan dan pemukiman.
B. Rumusan Masalah
Apakah ketersediaan perumahan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang relatif meningkat setiap tahunnya?
C. Tujuan
Mengetahui perbandingan jumlah pertumbuhan penduduk terhadap ketersediaan perumahan.
Mengetahui rumus proyeksi terhadap kedua variabel tersebut menggunakan analisis regresi
D. Batasan Variabel
1.1. Dalam hal ini kami hanya:
2. Kami menggunakan data kependudukan tahun 2003-2007.
3. Kami menggunakan data jumlah rumah tahun 2003-2007.
Kami hanya melakukan proyeksi dan analisis jumlah penduduk dan jumlah rumah yang ada di Kabupaten Karanganyar secara menyeluruh. Tanpa membagi-bagi tiap kecamatan. Kami juga mengabaikan hal-hal lain yang dapat mempengarui kedua variable tersebut seperti migrasi, daya tarik, jumlah Pabrik, dll.
E. Metode Analisis
1. Metode Eksponensial
Metode eksponensial kami gunakan untuk memproyeksikan data penduduk beberapa tahun kedepan. Agar kita mengetahui data jumlah penduduk di masa yang akan datang dengan melihat data data yang ada yaitu data tahun 2003-2007.
Rumus metode eksponensial:
Ket:
Pn : tahun proyeksi
P0 : tahun awal
r : angka pertumbuhan penduduk
n : selisih tahun awal dan tahun proyeksi
Dalam metode proyeksi eksponensial, didapatkan proyeksi penduduk yang bisa dilihat dalam jangka per tahun, maupun per lima tahunan atau pun per kurun waktu tertentu.
2. Analisis Regresi
3.1. Pengertian Regresi
Untuk mengukur besarnya pengeruh variabel bebas terhadap variabel tergantung dan memprediksi variabel tergantung dengan menggunakan variabel bebas. Gujarati (2006) mendefinisikan analaisis regresi sebagai kajian terhadap satu variabel yang disebut dengan variabel yang diterangkan (the explained Variable) dengan satu atau dua variabel yang menerangkan (the explanatory). Jika variabel bebas lebih dari satu maka analisis regresinya disebut analisis regresi berganda. Disebut beganda karena pengeruh beberapa variabel bebas akan dikenakan pada variabel tergantung.
3.2. Tujuan
• Tujuan dari analisis regresi adalah membuat estimasi rata-rata dan nilai variabel tergantung dengan didasarkan dengan nilai variabel bebas.
• Menguji hipotesis karakteristik depensi
• Untuk meramalkan nilai rata-rata variabel bebas dengan didasarkan pada nilai variabel bebas diluar jangkauan sampel.
3.3. Asumsi
Penggunaan regresi linear sederhana didasarkan pada asumsi diantaranya sebagai berikut:
a. Model regresi harus linear dalam parameter
b. Variabel bebas tidak berkorelasi dengan disturbance term (Error)
c. Nilai disturbance term sebesar 0atau denga symbol sebagai berikut: (E(U/X))=0varian untuk masing-masing error term (kesalahan) konstan.
d. Tidak terjadi otokorelasi
e. Model regresi dispesifikasi secara benar. Tidak terdapat bias spesifikasi dalam model yang digunakan dalam analisis empiris.
f. Jika variabel bebas lebih dari satu maka antara variabel bebas (expalanatory) tidak ada hubungan linear yang nyata.
3.4. Persyaratan Penggunaan Model Regresi
Model kelayakan regresi linear didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
a. Model regresi dikatakan layak juka angka signifikansi pada ANOVA sebesar < 0.05 b. Predictor yang digunakan sebagai variabel bebas harus layak. Kelayakan ini diketahui jika angka standard of estimate < standard deviation. c. Koefisien regresi harus signifikan. Penguji dilakukan dengan uji T.koefisien regresi signifkan jika T hitung > T tabel (nilai kritis)
d. Tidak boleh terjadi multi kolieneritas, artinya tidak bolleh terjadi korelasi yang amat tinggi atau sangat rendah antar variabel bebas . syarat ini hanya berlaku untuk regresi linear berganda dengan variabel bebas lebih dari satu.
e. Tidak terjadi otokorelasi. Terjdi otokorelasi jika Durbin dan Watson (DB) sebesar <1 dan >3
f. Keselarasan model regresi dapat diterangkan dengan menggunakan nilai r2 semakin besar nilai tersebut maka model semakin baik. Jika nilai mendekati 1 maka model regresi semakin baik. Nilai r2 mempunyai karakteristik diantaranya:
1) Selalu positif
2) Nilai r2 maksimal sebesar 1. Jika nilai r2 sama dengan 1 akan mempunyai kesesuaian yang sempurna. Maksudnya seluruh variasi dalam variabel Y dapatn diterangkan dalam model regresi. Sebaiknya jika r2 sama dengan 0 maka tidak ada lagi hubungan antara X dan Y.
g. Terdapat hubungan linear antar variabel bebas (X) dan variabel tergantung (Y).
h. Data harus berdistribusi normal.
i. Data berskala interval atau rasio.
j. Kedua variabel bersifat dependen. Artinya satu variabel merupakan variabel bebas (disebut juga sebagai variabel predictor) sedang variabel lainnya tergantung ( disebut juga sebagai variabel response)
Pada dasarnya kota tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat. Dimana dalam sebuah kehidupan, masyarakat harus melakukan berbagai aktifitas untuk bertahan hidup. Untuk bertahan hidup, manusia memerlukan kebutuhan hidup yang paling pokok. Yaitu sandang, pangan, dan papan. Yang artinya adalah setiap manusia sangatlah memerlukan pakaian untuk menutupi bagian tubuhnya, makanan untuk mengisi perutnya dan untuk melakukan aktifitas, dan juga rumah untuk ditinggali.
Dari berbagai kebutuhan tersebut, kota haruslah memenuhi semua itu, agar masyarakat yang ada di kota tersebut dapat bertahan hidup, dan juga hidup dengan damai. Sedangkan jumlah penduduk di sauatu kota selalu meningkat tajam, bahkan percepatannyapun kian waktu kian bertambah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka bertambah pula kebutuhan.
Utamanya semakin bertambah jumlah penduduk, semakin bertambah pula jumlah kebutuhan akan perumahan dan pemukiman. Sedangkan perumahan dan pemukiman sangatlah bergantung dengan lahan yang ada di muka bumi ini. Padahal lahan yang ada di muka bumi ini tidak akan mengalami perubahan. Baik itu bertambah, maupun berkurang.
Sehingga kami mencoba mengaplikasikan ilmu yang kami dapat di bangku kuliah Metode Analisis Perencanaan untuk menganalisis kebutuhan akan perumahan danpemukiman di Kabupaten Karanganyar yang notabene kontur tanah yang ada di Kabupaten Karanganyar merupakan tanah yang tidak rata. Sehingga sulit digunakan bahkan berbahaya jika digunakan untuk perumahan, pemukiman, dan kegiatan masyarakat sehari-hari. Padahal pertumbuhan penduduk kian waktu, kian meningkat. Selain pertumbuhan penduduk, masalah lain adalah berkembangnya berbagai pabrik-pabrik, memakan lahan yang tidak sedikit. Hal ini menyebabkan menurunnya jatah lahan untuk perumahan dan pemukiman.
B. Rumusan Masalah
Apakah ketersediaan perumahan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang relatif meningkat setiap tahunnya?
C. Tujuan
Mengetahui perbandingan jumlah pertumbuhan penduduk terhadap ketersediaan perumahan.
Mengetahui rumus proyeksi terhadap kedua variabel tersebut menggunakan analisis regresi
D. Batasan Variabel
1.1. Dalam hal ini kami hanya:
2. Kami menggunakan data kependudukan tahun 2003-2007.
3. Kami menggunakan data jumlah rumah tahun 2003-2007.
Kami hanya melakukan proyeksi dan analisis jumlah penduduk dan jumlah rumah yang ada di Kabupaten Karanganyar secara menyeluruh. Tanpa membagi-bagi tiap kecamatan. Kami juga mengabaikan hal-hal lain yang dapat mempengarui kedua variable tersebut seperti migrasi, daya tarik, jumlah Pabrik, dll.
E. Metode Analisis
1. Metode Eksponensial
Metode eksponensial kami gunakan untuk memproyeksikan data penduduk beberapa tahun kedepan. Agar kita mengetahui data jumlah penduduk di masa yang akan datang dengan melihat data data yang ada yaitu data tahun 2003-2007.
Rumus metode eksponensial:
Ket:
Pn : tahun proyeksi
P0 : tahun awal
r : angka pertumbuhan penduduk
n : selisih tahun awal dan tahun proyeksi
Dalam metode proyeksi eksponensial, didapatkan proyeksi penduduk yang bisa dilihat dalam jangka per tahun, maupun per lima tahunan atau pun per kurun waktu tertentu.
2. Analisis Regresi
3.1. Pengertian Regresi
Untuk mengukur besarnya pengeruh variabel bebas terhadap variabel tergantung dan memprediksi variabel tergantung dengan menggunakan variabel bebas. Gujarati (2006) mendefinisikan analaisis regresi sebagai kajian terhadap satu variabel yang disebut dengan variabel yang diterangkan (the explained Variable) dengan satu atau dua variabel yang menerangkan (the explanatory). Jika variabel bebas lebih dari satu maka analisis regresinya disebut analisis regresi berganda. Disebut beganda karena pengeruh beberapa variabel bebas akan dikenakan pada variabel tergantung.
3.2. Tujuan
• Tujuan dari analisis regresi adalah membuat estimasi rata-rata dan nilai variabel tergantung dengan didasarkan dengan nilai variabel bebas.
• Menguji hipotesis karakteristik depensi
• Untuk meramalkan nilai rata-rata variabel bebas dengan didasarkan pada nilai variabel bebas diluar jangkauan sampel.
3.3. Asumsi
Penggunaan regresi linear sederhana didasarkan pada asumsi diantaranya sebagai berikut:
a. Model regresi harus linear dalam parameter
b. Variabel bebas tidak berkorelasi dengan disturbance term (Error)
c. Nilai disturbance term sebesar 0atau denga symbol sebagai berikut: (E(U/X))=0varian untuk masing-masing error term (kesalahan) konstan.
d. Tidak terjadi otokorelasi
e. Model regresi dispesifikasi secara benar. Tidak terdapat bias spesifikasi dalam model yang digunakan dalam analisis empiris.
f. Jika variabel bebas lebih dari satu maka antara variabel bebas (expalanatory) tidak ada hubungan linear yang nyata.
3.4. Persyaratan Penggunaan Model Regresi
Model kelayakan regresi linear didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
a. Model regresi dikatakan layak juka angka signifikansi pada ANOVA sebesar < 0.05 b. Predictor yang digunakan sebagai variabel bebas harus layak. Kelayakan ini diketahui jika angka standard of estimate < standard deviation. c. Koefisien regresi harus signifikan. Penguji dilakukan dengan uji T.koefisien regresi signifkan jika T hitung > T tabel (nilai kritis)
d. Tidak boleh terjadi multi kolieneritas, artinya tidak bolleh terjadi korelasi yang amat tinggi atau sangat rendah antar variabel bebas . syarat ini hanya berlaku untuk regresi linear berganda dengan variabel bebas lebih dari satu.
e. Tidak terjadi otokorelasi. Terjdi otokorelasi jika Durbin dan Watson (DB) sebesar <1 dan >3
f. Keselarasan model regresi dapat diterangkan dengan menggunakan nilai r2 semakin besar nilai tersebut maka model semakin baik. Jika nilai mendekati 1 maka model regresi semakin baik. Nilai r2 mempunyai karakteristik diantaranya:
1) Selalu positif
2) Nilai r2 maksimal sebesar 1. Jika nilai r2 sama dengan 1 akan mempunyai kesesuaian yang sempurna. Maksudnya seluruh variasi dalam variabel Y dapatn diterangkan dalam model regresi. Sebaiknya jika r2 sama dengan 0 maka tidak ada lagi hubungan antara X dan Y.
g. Terdapat hubungan linear antar variabel bebas (X) dan variabel tergantung (Y).
h. Data harus berdistribusi normal.
i. Data berskala interval atau rasio.
j. Kedua variabel bersifat dependen. Artinya satu variabel merupakan variabel bebas (disebut juga sebagai variabel predictor) sedang variabel lainnya tergantung ( disebut juga sebagai variabel response)
ALAT ANALISIS UNTUK EKONOMI WILAYAH
A. KETIMPANGAN WILAYAH
1. WEIGTHED COEFFICIENT VARIATION (CV)
merupakan indeks variasi pendapatan
antar daerah dalam suatu wilayah (Williamson, 1965).
Indeks CV ini didapat dari rumus statistik;
Keterangan:
CV = Koefisien Variasi Williamson.
P = Jumlah penduduk secara nasional.
Pi = Penduduk pada daerah ke-i .
Yi = Pendapatan per-kapita daerah ke-i.
Y cap= pendapatan per-kapita nasional. Y
n = Banyaknya daerah.
Indeks CV berkisar antara 0 1 mengindikasikan ada kegiatan ekspor di sektor tersebut atau sektor basis (B),
sedangkan LQi < 1 disebut sektor nonbasis (NB).
Kunggulan Metode LQ
Ada beberapa keunggulan dari metode LQ, antara lain
1. Metode LQ memperhitungkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung
2. Metode LQ sederhana dan tidak mahal serta dapat diterapkan pada data historis
untuk mengetahui trend.
Kelemahan Metode LQ
Beberapa kelemahan Metode LQ adalah
1. Berasumsi bahwa pola permintaan di setiap daerah identik dengan pola
permintaan bangsa dan bahwa produktivitas tiap pekerja di setiap sektor
regional sama dengan produktivitas tiap pekerja dalam industri-industri
nasional.
2. Berasumsi bahwa tingkat ekspor tergantung pada tingkat disagregasi.
2. COR (CAPITAL-OUTPUT RATIO)
Konsep capital-output ratio (COR) atau sering juga disebut koefisien
modal menunjukkan hubungan antara besarnya investasi (modal) dan nilai
output. Konsep COR tersebut dikenal melalui teori yang dikemukakan oleh
Harrod-Domar.
Konsep COR ada 2 macam, yaitu average capital-output ratio (ACOR)
dan incremental capital-output ratio (ICOR). ACOR menunjukkan hubungan
antara stok modal yang ada dan aliran output lancar yang dihasilkan. ICOR
menunjukkan perbandingan antara kenaikan tertentu pada stok modal (delta K)
dan kenaikan output atau pendapatan (delta Y). ICOR dapat digambarkan sebagai
delta K/delta Y, atau dirumuskan sebagai berikut
ICOR = dK/dY
Dengan kata lain, ACOR menunjukkan hubungan antara segala sesuatu
yang telah diinvestasikan pada masa lalu dan keseluruhan pendapatan. Sebaliknya,
ICOR menunjukkan segala sesuatu yang saat ini ditambahkan pada modal atau
pendapatan. ACOR merupakan konsep statis, sementara ICOR merupakan konsep
dinamis. Istilah COR yang sering digunakan dalam ilmu ekonomi biasanya
berkaitan dengan ICOR. Nilai rasio tersebut biasanya bergerak antara 3 dan 4 dan
menunjuk pada suatu periode.
3. SHIFT-SHARE
Analisis shift–share digunakan untuk menganalisis dan mengetahui pergeseran
dan peranan perekonomian di daerah. Metode itu dipakai untuk mengamati struktur
perekonomian dan pergeserannya dengan cara menekankan pertumbuhan sektor di
daerah, yang dibandingkan dengan sektor yang sama pada tingkat daerah yang lebih
tinggi atau nasional.
Analisis tersebut dapat digunakan untuk mengkaji pergeseran struktur
perekonomian daerah dalam kaitannya dengan peningkatan perekonomian daerah
yang bertingkat lebih tinggi. Perekonomian daerah yang didominasi oleh sektor yang
lamban pertumbuhannya akan tumbuh di bawah tingkat pertumbuhan perekonomian
daerah di atasnya.
Data yang biasa digunakan untuk analisis shift-share adalah pendapatan per
kapita (Y/P), PDRB (Y) atau Tenaga kerja (e) dengan tahun pengamatan pada
rentang waktu tertentu, misalnya 1997–2002.
Pertumbuhan ekonomi dan pergeseran struktural suatu perekonomian daerah
ditentukan oleh tiga komponen:
1. Provincial share (Sp), yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan atau
pergeseran struktur perekonomian suatu daerah (kabupaten/kota) dengan melihat
nilai PDRB daerah pengamatan pada periode awal yang dipengaruhi oleh
pergeseran pertumbuhan perekonomian daerah yang lebih tinggi (provinsi). Hasil
perhitungan tersebut akan menggambarkan peranan wilayah provinsi yang
mempengaruhi pertumbuhan perekonomian daerah kabupaten. Jika pertumbuhan
kabupaten sama dengan pertumbuhan provinsi maka peranannya terhadap
provinsi tetap.
2. Proportional (Industry-Mix) Shift adalah pertumbuhan Nilai Tambah Bruto suatu
sektor i dibandingkan total sektor di tingkat provinsi.
3. Differential Shift (Sd), adalah perbedaan antara pertumbuhan ekonomi daerah
(kabupaten) dan nilai tambah bruto sektor yang sama di tingkat provinsi. Suatu
daerah dapat saja memiliki keunggulan dibandingkan daerah lainnya karena
lingkungan dapat mendorong sektor tertentu untuk tumbuh lebih cepat.
Menurut Glasson (1977), kedua komponen shift—yaitu Sp dan Sd— memisahkan
unsur-unsur pertumbuhan regional yang bersifat eksternal dan internal:
Sp
merupakan akibat pengaruh unsur-unsur eksternal yang bekerja secara nasional
(provinsi), sedangkan Sd adalah akibat dari pengaruh faktor-faktor yang bekerja di
dalam daerah yang bersangkutan (Paul Sitohang, 1977).
Apabila nilai Sd dan Sp positif maka sektor yang bersangkutan dalam
perekonomian daerah menempati posisi yang baik untuk daerah yang bersangkutan.
Sebaliknya, bila nilainya negatif maka perekonomian daerah sektor tersebut masih
dapat diperbaiki, antara lain dengan membandingkannya terhadap struktur
perekonomian provinsi (Harry W. Richardson, 1978: 202)
Sektor-sektor yang memiliki differential shift (Sd) positif memiliki keunggulan
komparatif terhadap sektor yang sama di daerah lain. Selain itu, sektor-sektor yang
memiliki Sd positif berarti bahwa sektor tersebut terkonsentrasi di daerah dan
mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan daerah lainnya.
Apabila Sd negatif maka tingkat pertumbuhan sektor tersebut relatif lamban.
C. ANALISIS KETERKAITAN EKONOMI
Konsep keterpaduan program pembangunan ekonomi menjadi semakin penting dalam era Pembangunan Jangka Panjang. Secara ideal, output dari suatu program pembangunan bisa menjadi input bagi program pembangunan lainnya. Program pembangunan yang bersifat “ego-sektor” semakin tidak populer karena diyakini akan merugikan kepentingan pembangunan secara keseluruhan.
Dalam perekonomian yang lebih luas, hubungan antar kegiatan ekonomi juga menunjukkan keterkaitan yang semakin kuat dan dinamis. Jenis-jenis kegiatan baru bermunculan untuk mengisi kekosongan mata rantai kegiatan yang semakin panjang dan kait mengait. Kemajuan di suatu sektor tidak mungkin dapat dicapai tanpa dukungan sektor-sektor lain. Begitu juga sebaliknya, hilangnya kegiatan suatu sektor akan berdampak terhadap kegiatan sektor lain. Berbagai hubungan antar-kegiatan ekonomi (inter-industry relationship) selanjutnya dapat direkam dalam suatu instrumen yang dikenal dengan model input-output (I-O).
D. ANALISIS KETENAGAKERJAAN
Berdasarkan publikasi ILO (International Labour Organization), penduduk
dapat dikelompokkan menjadi tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Tenaga kerja
dikatakan juga sebagai penduduk usia kerja, yaitu penduduk usia 15 tahun atau lebih,
seiring dengan program wajib belajar 9 tahun. Selanjutnya, tenaga kerja dibedakan
menjadi: angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (penduduk yang sebagian besar
kegiatannya adalah bersekolah, mengurus rumah tangga, atau kegiatan lainnya selain
bekerja).
Angkatan kerja adalah mereka yang selama seminggu yang lalu (dari masa
pencacahan) mempunyai pekerjaan baik yang bekerja
maupun yang sementara tidak bekerja (karena sakit, cuti,
dan sebagainya) serta mereka yang tidak mempunyai
pekerjaan tetapi sedang berusaha mencari pekerjaan.
1. Tingkat Kepadatan
2. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
3. Angka Beban Ketergantungan (Dependency Ratio)
4. Angka Harapan Hidup Adalah perkiraan rata-rata lamanya hidup dari lahir yang
mungkin akan dicapai oleh sekelompok orang.
5. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
6. Tingkat Kesempatan Kerja ( TKK)
7. Tingkat Pengangguran Terbuka ( TPT)
A. KETIMPANGAN WILAYAH
1. WEIGTHED COEFFICIENT VARIATION (CV)
merupakan indeks variasi pendapatan
antar daerah dalam suatu wilayah (Williamson, 1965).
Indeks CV ini didapat dari rumus statistik;
Keterangan:
CV = Koefisien Variasi Williamson.
P = Jumlah penduduk secara nasional.
Pi = Penduduk pada daerah ke-i .
Yi = Pendapatan per-kapita daerah ke-i.
Y cap= pendapatan per-kapita nasional. Y
n = Banyaknya daerah.
Indeks CV berkisar antara 0
sedangkan LQi < 1 disebut sektor nonbasis (NB).
Kunggulan Metode LQ
Ada beberapa keunggulan dari metode LQ, antara lain
1. Metode LQ memperhitungkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung
2. Metode LQ sederhana dan tidak mahal serta dapat diterapkan pada data historis
untuk mengetahui trend.
Kelemahan Metode LQ
Beberapa kelemahan Metode LQ adalah
1. Berasumsi bahwa pola permintaan di setiap daerah identik dengan pola
permintaan bangsa dan bahwa produktivitas tiap pekerja di setiap sektor
regional sama dengan produktivitas tiap pekerja dalam industri-industri
nasional.
2. Berasumsi bahwa tingkat ekspor tergantung pada tingkat disagregasi.
2. COR (CAPITAL-OUTPUT RATIO)
Konsep capital-output ratio (COR) atau sering juga disebut koefisien
modal menunjukkan hubungan antara besarnya investasi (modal) dan nilai
output. Konsep COR tersebut dikenal melalui teori yang dikemukakan oleh
Harrod-Domar.
Konsep COR ada 2 macam, yaitu average capital-output ratio (ACOR)
dan incremental capital-output ratio (ICOR). ACOR menunjukkan hubungan
antara stok modal yang ada dan aliran output lancar yang dihasilkan. ICOR
menunjukkan perbandingan antara kenaikan tertentu pada stok modal (delta K)
dan kenaikan output atau pendapatan (delta Y). ICOR dapat digambarkan sebagai
delta K/delta Y, atau dirumuskan sebagai berikut
ICOR = dK/dY
Dengan kata lain, ACOR menunjukkan hubungan antara segala sesuatu
yang telah diinvestasikan pada masa lalu dan keseluruhan pendapatan. Sebaliknya,
ICOR menunjukkan segala sesuatu yang saat ini ditambahkan pada modal atau
pendapatan. ACOR merupakan konsep statis, sementara ICOR merupakan konsep
dinamis. Istilah COR yang sering digunakan dalam ilmu ekonomi biasanya
berkaitan dengan ICOR. Nilai rasio tersebut biasanya bergerak antara 3 dan 4 dan
menunjuk pada suatu periode.
3. SHIFT-SHARE
Analisis shift–share digunakan untuk menganalisis dan mengetahui pergeseran
dan peranan perekonomian di daerah. Metode itu dipakai untuk mengamati struktur
perekonomian dan pergeserannya dengan cara menekankan pertumbuhan sektor di
daerah, yang dibandingkan dengan sektor yang sama pada tingkat daerah yang lebih
tinggi atau nasional.
Analisis tersebut dapat digunakan untuk mengkaji pergeseran struktur
perekonomian daerah dalam kaitannya dengan peningkatan perekonomian daerah
yang bertingkat lebih tinggi. Perekonomian daerah yang didominasi oleh sektor yang
lamban pertumbuhannya akan tumbuh di bawah tingkat pertumbuhan perekonomian
daerah di atasnya.
Data yang biasa digunakan untuk analisis shift-share adalah pendapatan per
kapita (Y/P), PDRB (Y) atau Tenaga kerja (e) dengan tahun pengamatan pada
rentang waktu tertentu, misalnya 1997–2002.
Pertumbuhan ekonomi dan pergeseran struktural suatu perekonomian daerah
ditentukan oleh tiga komponen:
1. Provincial share (Sp), yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan atau
pergeseran struktur perekonomian suatu daerah (kabupaten/kota) dengan melihat
nilai PDRB daerah pengamatan pada periode awal yang dipengaruhi oleh
pergeseran pertumbuhan perekonomian daerah yang lebih tinggi (provinsi). Hasil
perhitungan tersebut akan menggambarkan peranan wilayah provinsi yang
mempengaruhi pertumbuhan perekonomian daerah kabupaten. Jika pertumbuhan
kabupaten sama dengan pertumbuhan provinsi maka peranannya terhadap
provinsi tetap.
2. Proportional (Industry-Mix) Shift adalah pertumbuhan Nilai Tambah Bruto suatu
sektor i dibandingkan total sektor di tingkat provinsi.
3. Differential Shift (Sd), adalah perbedaan antara pertumbuhan ekonomi daerah
(kabupaten) dan nilai tambah bruto sektor yang sama di tingkat provinsi. Suatu
daerah dapat saja memiliki keunggulan dibandingkan daerah lainnya karena
lingkungan dapat mendorong sektor tertentu untuk tumbuh lebih cepat.
Menurut Glasson (1977), kedua komponen shift—yaitu Sp dan Sd— memisahkan
unsur-unsur pertumbuhan regional yang bersifat eksternal dan internal:
Sp
merupakan akibat pengaruh unsur-unsur eksternal yang bekerja secara nasional
(provinsi), sedangkan Sd adalah akibat dari pengaruh faktor-faktor yang bekerja di
dalam daerah yang bersangkutan (Paul Sitohang, 1977).
Apabila nilai Sd dan Sp positif maka sektor yang bersangkutan dalam
perekonomian daerah menempati posisi yang baik untuk daerah yang bersangkutan.
Sebaliknya, bila nilainya negatif maka perekonomian daerah sektor tersebut masih
dapat diperbaiki, antara lain dengan membandingkannya terhadap struktur
perekonomian provinsi (Harry W. Richardson, 1978: 202)
Sektor-sektor yang memiliki differential shift (Sd) positif memiliki keunggulan
komparatif terhadap sektor yang sama di daerah lain. Selain itu, sektor-sektor yang
memiliki Sd positif berarti bahwa sektor tersebut terkonsentrasi di daerah dan
mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan daerah lainnya.
Apabila Sd negatif maka tingkat pertumbuhan sektor tersebut relatif lamban.
C. ANALISIS KETERKAITAN EKONOMI
Konsep keterpaduan program pembangunan ekonomi menjadi semakin penting dalam era Pembangunan Jangka Panjang. Secara ideal, output dari suatu program pembangunan bisa menjadi input bagi program pembangunan lainnya. Program pembangunan yang bersifat “ego-sektor” semakin tidak populer karena diyakini akan merugikan kepentingan pembangunan secara keseluruhan.
Dalam perekonomian yang lebih luas, hubungan antar kegiatan ekonomi juga menunjukkan keterkaitan yang semakin kuat dan dinamis. Jenis-jenis kegiatan baru bermunculan untuk mengisi kekosongan mata rantai kegiatan yang semakin panjang dan kait mengait. Kemajuan di suatu sektor tidak mungkin dapat dicapai tanpa dukungan sektor-sektor lain. Begitu juga sebaliknya, hilangnya kegiatan suatu sektor akan berdampak terhadap kegiatan sektor lain. Berbagai hubungan antar-kegiatan ekonomi (inter-industry relationship) selanjutnya dapat direkam dalam suatu instrumen yang dikenal dengan model input-output (I-O).
D. ANALISIS KETENAGAKERJAAN
Berdasarkan publikasi ILO (International Labour Organization), penduduk
dapat dikelompokkan menjadi tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Tenaga kerja
dikatakan juga sebagai penduduk usia kerja, yaitu penduduk usia 15 tahun atau lebih,
seiring dengan program wajib belajar 9 tahun. Selanjutnya, tenaga kerja dibedakan
menjadi: angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (penduduk yang sebagian besar
kegiatannya adalah bersekolah, mengurus rumah tangga, atau kegiatan lainnya selain
bekerja).
Angkatan kerja adalah mereka yang selama seminggu yang lalu (dari masa
pencacahan) mempunyai pekerjaan baik yang bekerja
maupun yang sementara tidak bekerja (karena sakit, cuti,
dan sebagainya) serta mereka yang tidak mempunyai
pekerjaan tetapi sedang berusaha mencari pekerjaan.
1. Tingkat Kepadatan
2. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
3. Angka Beban Ketergantungan (Dependency Ratio)
4. Angka Harapan Hidup Adalah perkiraan rata-rata lamanya hidup dari lahir yang
mungkin akan dicapai oleh sekelompok orang.
5. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
6. Tingkat Kesempatan Kerja ( TKK)
7. Tingkat Pengangguran Terbuka ( TPT)
menejemen perkotaan
DEFINISI menejemen perkotaan
Suatu kegiatan yang terus menerus untuk mengarahkan, mengontrol, dan memanfaatkan sumber daya secara teratur untuk merencanakan, memprogram, membangun, mengoperasikan, memelihara dan melindungi/mengendalikan sarana dan prasarana kota serta lingkungannya demi mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.
devisi lain Merupakan pendekatan kontemporer untuk menganalisis permasalahan perkotaan Adalah kebijakan, rencana, program dan praktek untuk mengusahakan keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dengan akses terhadap infrastruktur dasar, perumahan dan lapangan kkerja.
Suatu kegiatan yang terus menerus untuk mengarahkan, mengontrol, dan memanfaatkan sumber daya secara teratur untuk merencanakan, memprogram, membangun, mengoperasikan, memelihara dan melindungi/mengendalikan sarana dan prasarana kota serta lingkungannya demi mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.
devisi lain Merupakan pendekatan kontemporer untuk menganalisis permasalahan perkotaan Adalah kebijakan, rencana, program dan praktek untuk mengusahakan keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dengan akses terhadap infrastruktur dasar, perumahan dan lapangan kkerja.
pengertian perencanaan
Suatu kegiatan khusus yang memerlukan keahlian tertentu, sifatnya cukup rumit, banyak menguras tenaga dan pikiran, serta membutuhkan waktu yang lama dalam penyusunannya.
Suatu pekerjaan sehari-hari, tidak rumit, bahkan bisa saja orang tersebut tidak menyadari bahwa dia telah melakukan perencanaan
PERENCANAAN
Pengertian perencanaan bisa sangat luas ragamnya tergantung pada sudut pandang kepentingan dan masalah yang bersangkutan.
Perencanaan merupakan suatu aktifitas universal manusia, suatu keahlian dasar dalam kehidupan yang berkaitan dengan pertimbangan suatu hasil sebelum diadakan pemilihan di antara berbagai alternatif yang ada.
Prinsip arti dan maknanya terdefinisi sebagai suatu kegiatan merumuskan keinginan dan cita-cita yang lebih baik atau lebih berkembang di masa yang akan datang.
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
Unsur-unsur perencanaan :
· Unsur keinginan dan cita-cita
· Unsur tujuan dan motivasi
· Unsur sumber daya
· Unsur upaya daya guna dan hasil guna
· Unsur ruang dan waktu
Suatu pekerjaan sehari-hari, tidak rumit, bahkan bisa saja orang tersebut tidak menyadari bahwa dia telah melakukan perencanaan
PERENCANAAN
Pengertian perencanaan bisa sangat luas ragamnya tergantung pada sudut pandang kepentingan dan masalah yang bersangkutan.
Perencanaan merupakan suatu aktifitas universal manusia, suatu keahlian dasar dalam kehidupan yang berkaitan dengan pertimbangan suatu hasil sebelum diadakan pemilihan di antara berbagai alternatif yang ada.
Prinsip arti dan maknanya terdefinisi sebagai suatu kegiatan merumuskan keinginan dan cita-cita yang lebih baik atau lebih berkembang di masa yang akan datang.
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
Unsur-unsur perencanaan :
· Unsur keinginan dan cita-cita
· Unsur tujuan dan motivasi
· Unsur sumber daya
· Unsur upaya daya guna dan hasil guna
· Unsur ruang dan waktu
Langganan:
Postingan (Atom)